Selasa, 15 Maret 2011

Kenapa Kulit Hitam Jago Lari dan Kulit Putih Jago Renang?

Washington, DC, Perbedaan warna kulit merupakan isu yang sensitif dalam olahraga. Namun tidak bisa dipungkiri, atlet kulit hitam dan kulit putih memiliki keunggulan secara fisik yang membuatnya dominan di cabang tertentu.
Dalam cabang lari cepat 100 meter pria misalnya, 25 pemegang rekor dunia terakhir berasal dari ras kulit hitam. Sebaliknya, rekor dunia untuk renang gaya bebas didominasi oleh pria kulit putih sejak tahun 1922.

Dikutip dari Telegraph, Selasa (13/7/2010), berbagai upaya untuk mengungkap fenomena ini selalu mendapat tentangan dari aktivis kesetaraan ras.

Kelompok tersebut cenderung menganggap superioritas di sebuah cabang olahraga lebih ditentukan oleh kultur budaya dan popularitas cabang tersebut.

Cukup masuk akal memang, sebab jika dibandingkan dengan Eropa dan Amerika maka fasilitas di Afrika kurang mendukung perkembangan cabang renang. Sebaliknya, Afrika banyak melahirkan atlet sepakbola sebab di sana cabang tersebut cukup populer.

Meski diyakini akan memicu kontroversi, 2 ilmuwan asal Amerika baru-baru ini mempublikasikan teori yang menjelaskan hubungan antara perbedaan warna kulit dengan prestasi olahraga. Teori tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Design and Nature.

Dengan membandingkan ukuran tubuh para tentara dari berbagai negara, kedua ilmuwan ini menemukan perbedaan titik berat (center gravity) pada masing-masing warna kulit.

Kulit hitam yang diwakili tentara Afrika Barat memiliki titik berat 3 persen lebih tinggi dibandingkan tentara kulit putih.

Di bidang olahraga, titik berat yang lebih tinggi memberi keuntungan sekaligus kerugian. Keuntungan didapat di cabang lari, sebab waktu yang dibutuhkan untuk mendarat lagi di tanah menjadi lebih cepat 0,15 detik.

Titik berat yang lebih rendah pada kulit putih menjadi keuntungan ketika berada di kolam renang. Pada atlet kulit putih, area tubuh yang berada di atas permukaan air menjadi lebih lebar sehingga dapat mengayuh lebih cepat.

Prof Adrian Bejan dari Duke University yang memimpin penelitian ini mengaku khawatir akan adanya kontroversi atas teori tersebut. Namun akhirnya ia berani untuk mempublikasikannya, terlebih karena partnernya yakni Dr Edward Jones dari Howard University adalah keturunan Afro-Amerika.

Sumber : detikHealth

Senin, 14 Maret 2011

Ini Dia 5 Alasan Habiskan Malam Minggu di Rumah !

Jangan takut terjebak kesendirian bila malam minggu Anda berakhir tanpa pasangan, teman atau anggota keluarga. Menjadi lajang atau jomblo tidak selamanya mimpi buruk.

Walaupun kesendirian mendera di malam minggu, Anda tetap dapat menikmatinya. Bahkan, menghabiskan waktu sendiri dapat membuat Anda menjadi orang lebih baik. Tak percaya? Ini dia alasannya, seperti dikutip oleh laman Glamour.
1. Anda bisa membuat diri sendiri menjadi orang yang lebih diinginkan.
Gunakan waktu Anda untuk mengisi kembali energi yang telah hilang ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Tulis sebuah jurnal dan cobalah untuk lebih mengenal diri Anda sendiri. Di saat mengetahui perasaan dan sifat Anda sendiri, atau melakukan hal-hal yang dapat membuat Anda bahagia, Anda akan lebih percaya diri membawa diri Anda ke arah yang lebih baik di lingkungan sosial.

Anda juga dapat menghabiskan waktu dengan mempercantik diri dengan melakukan perawatan tubuh sendiri di rumah. Anda pun akan merasa cantik luar dalam dan siap bertemu dengan orang-orang baru.

2. Anda dapat menghemat uang lebih banyak.
Coba pikirkan, jika Anda pergi, Anda akan menghabiskan sejumlah uang untuk makan, minum, parkir, dan pengeluaran lainnya. Tentu ada baiknya Anda rehat dalam menghabiskan uang Anda dan mulai memikirkan tabungan masa depan.

3. Tubuh menjadi lebih sehat.
Pernahkah terpikirkan oleh Anda akan mengonsumsi berapa banyak kalori jika Anda menghabiskan malam minggu dengan jalan-jalan bersama teman atau pasangan? Bahkan bagi Anda yang menyukai 'dunia gemerlap', Anda sudah pasti akan mengonsumsi beberapa gelas alkohol yang tak menyehatkan bagi tubuh. Padahal, Anda dapat menonton program-program lucu di televisi dan menghabiskan kalori dengan tertawa santai di rumah.

4. Manfaatkan malam Anda untuk menyambut hari Minggu pagi dengan sehat.
Tidur yang cukup, dan bangun di hari Minggu pagi untuk berolahraga seperti
jogging, pergi ke gym, atau swimming center adalah kegiatan yang sangat bermanfaat dan menyehatkan. Selain dapat menyehatkan jiwa dan raga, Anda bisa bertemu orang yang dapat membuat hidup Anda lebih bermakna dan berharga.

5. Beri diri Anda sedikit ruang.
Menghabiskan malam minggu di rumah. Anda memilih untuk berada di rumah
bukan berarti Anda tak punya teman hang-out, atau menghindar
dari ajakan teman-teman Anda. Camkan pada diri, Anda hanya perlu waktu dan ruang untuk memikirkan keinginan diri sendiri.

- Sumbernya : jekethek.blogspot.com


Selasa, 18 Januari 2011

Sejarah Musik SKA

 
Adalah Perang Dunia II yang mengubah segalanya. Kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya runtuh sebelum masa PD II & terpecah belah pada saat pertengahan masa peperangan. Inggris memeberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya setelah mendapat tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaika membentuk pemerintahan sendiri meskipun masih tetap sebagai negara persemakmuran. Budaya Jamaika & musiknya mulai terefleksi dalam optimisme baru & aspirasi rakyat yang liberal.
Sejak tahun 40'an Jamaika telah mengadopsi & mengadaptasi berbagai bentuk musik dari Amerika. Pada saat PD II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang memainkan musik-musik dansa. Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan trombonisnya Don Drummond & master gitarisnya Ernest Ranglin terpengaruh oleh musisi-musisi jazz Amerika seperti Count Bassie, Erskine Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller & Woody Herman. Ditahun 50'an ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang kecil & cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm & blues sound. Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh & membawa pola permainan musik tersebut ke daerah asalnya. Band-band lokal di Jamaika seperti Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ & Tom The Great Sebastian mulai memainkan gaya baru tersebut. Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama kali diadakan di kota Kingston tepatnya di Ward Theatre. Band-band tradisional yang memainkan irama mento-folk-calypso ikut ambil bagian & sering sekali band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika & seputar pulau tersebut. Pada akhir tahun 50'an pengaruh-pengaruh jazz, R&B, & mento (sejenis musik calypso) melebur menjadi satu bentuk baru yang dinamakan 'shuffled'. Irama shuffled memperoleh popularitas berkat kerja keras musisi-musisi seperti Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers & The Matador Allstars. Banyak studio & perusahaan rekaman yang mengalami perkembangan & terus berusaha untuk mencari talenta-talenta baru. The Jamaican Broadcasting Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada musisi-musisi muda melalui siaran acara-acara di radio.
Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50'an adalah Duke Reid & Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki toko 'Treasure Island Liquor' yang berlokasi di jalan Bond (Bond street). Soundsystem Reid dikenal dengan nama 'The Trojan', diambil dari tulisan yang tertera pada truknya. Truk yang biasa digunakan sebagai angkutan barang untuk tokonya. Dodd menamakan soundsystem miliknya 'Sir Coxsone Downbeat' yang diambil dari nama pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone. Sepanjang akhir dekade, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam bisnis musik. Walaupun Coxsone lebih dekat dengan 'Ghetto'(perkampungan yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid yang dianugerahi sebagai 'King of sound & blues' di Success Club (acara penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.
Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang gandrung meniru musik-musik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian dikenal dengan nama 'Prince Buster', tahu bahwa sesuatu yang baru amat dibutuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitikberatkan 'ketukan 'afterbeat' ketimbang 'downbeat'. Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio rekaman pun mulai merekam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan label pada vinyl (piringan hitam) dengan tujuan agar memperolehkeuntungan diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa yang dimainkan & 'mencuri' untuk sondsystem mereka sendiri.
Perang antar soundsystem pun memuncak hingga pada saat para donatur terancam oleh segerombol orang-orang yang menyebabkan permasalahan. Orang-orang ini dinamakan 'Dance Hall Crashers'. Meskipun fasilitas Mono Recording yang masih primitif, adalah keteguhan hati dari antusiasnya akan musik ska yang memungkinkan untuk menjadi musik komersil dari Jamaika yang pertama kali. Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa rakyat Jamaika.
Sepanjang tahun 60'an wilayah ghetto di Jamaika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang mencari pekerjaan. Pada waktu itu amat susah di dapat. Pada awalnya pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik ska. Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identitas kelompok sebagai 'Rude Boy' (sebuah trend dikalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal tahun 40'an) Menjadi 'Rude' artinya menjadi seseorang dimana masyarakat menganggapnya tidak berguna. Gaya dansa ska para Rude Boy memiliki ciri khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan 'Scofflaws'(orang-orang yang selalu menentang hukum) & dunia kriminal lainnya. Hal ini terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan berpakaian Rude Boy yaitu dengan celana panjang yang mengatung hanya semata kaki). Musik ska sekali lagi mengalami perubahan untuk merefleksikan 'Mood of the rude' dengan menambahkan tensi pada permainan bass yang disesuaikan dengan gaya sebelumnya yaitu 'free-walking bass style'.
Banyak yang berbondong-bondong mengadu nasib di kota Kingston untuk memperoleh ketenaran dalam industri musik yang kemudian beralih menjadi penjual ganja ketika gagal & modal makin menipis. Banyak pula yang berkecimpung dalam dunia kriminal (tergambar dalam film 'The Harder They Come' yang diperankan oleh Jimmy Cliff ...film ini dipercaya mengisahkan tentang perjalanan hidup Jimmy Cliff)
Dua partai politik yang ada di Jamaika membentuk banser bersenjata. Opini publik pun mengarah pada penentangan terhadap kelompok Rude Boy & penggunaan senjata api. Peraturan pemilikan senjata api pun ditilik kembali setelah melalui periode dimana kepemilikan senjata diperbolehkan asal tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapa pun yang memiliki senjata api yang ilegal, diancam hukuman penjara seumur hidup
Artis & produser mendukung bahkan 'memaafkan' atas prilaku kelompok Rude Boy melalui musik ska. Dukungan untuk tidak menggunakan senjata api terefleksi dalam lagu-lagu seperti "Lawless street" dari kelompok Soul Brothers, "Gunmen coming to town" The Heptones. Duke Reid memproduseri salah satu grup ska The Rude Boy (shuffling down Bond street) C.S. Dodd pun ikut memproduseri grup muda yang memiliki visi musik mereka sebagai 'rudies' yaitu kelompok The Wailers ( Bob Marley, Peter Tosh, Bunny Wailer). Prince Buster menemukan seseorang yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy yaitu Judge Dread. Lagu "007 Shanty Town" yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya cemerlang dalam mendokumentasikan perilaku Rude Boy kedalam sebuah lagu (berhasil memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts)
Tema rude boy masih mendominasi sepanjang periode ska, dan popularitasnya memuncak sepanjang musim panas tahun 1964. Beat ska menjadi lebih lambat & Rocksteady pun lahir. Gelombang ska pertama berakhir pada tahun 1968 (Rocksteady adalah bagian cerita lain: Rocksteady kemudian melahirkan musik Reggae. Popularitas musik Reggae di Inggris di sebarkan oleh Skinhead; kelompok Rastafarian mengadopsi musik Reggae & lirik-lirik lagunya cenderung bertemakan ajaran Rastafari & pandangan Relijiusnya, Reggae pun berkembang menjadi 'Dub', 'Dancehall', & seterusnya ...& seterusnya ...)

 
RN-Tanto | Setiap langkah selalu ada pelajaran :)